Kamis, 03 Januari 2013

Study Biology



SEL
Sel : Unit terkecil dari makhluk hidup yang dapat melangsungkan seluruh aktifitas hidup.
Sel merupakan unit :
ü  Fungsional (memiliki fungsi-fungsi yang berperan penting untuk melakukan berbagai
aktifitas dalam kehidupan makhluk hidup)
ü  Struktural (penyusun)  
ü  Hereditas (genetika)
ü  Pertumbuhan mahkluk hidup
TEORI
o   Robert Hooke (Inggris, 1635-1703)
<orang yang pertama kali memperkenalkan istilah sel>
Pengamatan : Sayatan tutup botol dari batang tumbuhan gabus, Quercus suber. Dalam sayatan gabus tersebut terdapat tampak ruangan atau kamar-kamar kecil  yang dipisahkan oleh dinding tebal menyerupai sarang lebah. Kamar-kamar kecil tersebut ia beri nama sel.
o   Antonie van Leewenhoek (Belanda, 1632-1723), akhir tahun 1678
Orang yang pertama kali melihat benda hidup yang sangat kecil di dalam air rendaman jerami.
o   Jan Babtiste de Lamarck (Prancis, 1744-1829), tahun 1809
“Setiap makhluk hidup merupakan kumpulan sel dan di dalam setiap sel bergerak cairan yang kompleks.”
o   Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
Schleiden (ahli anatomi tumbuhan) dan Schwann (ahli anatomi hewan): “Setiap tubuh tumbuhan dan juga sel tersusun dari sel.”
o   Felix Dujardin (1835)
“Bagian terpenting dari sel hidup adalah protoplasma.
o   Johanes Purkinje dan Hugo Van Mohl (1840)
<memperkenalkan istilah protoplasma>
o   Max Schultze (1825-1874)
“Protoplasma merupakan struktur dasar makhluk hidup yang melangsungkan seluruh proses hidup.”
o   Rudolf Virchow (1858)
“Setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omnis cellula e celulla).”
o   Robert Brown, R. Strasburger, dan C. Bernard
<berhasil menemukan nukleus>
“Setiap inti sel berasal dari inti sel sebelumnya yang terbentuk lewat pembelahan.”
PENGAMATAN
Mikroskop :
1.        Cahaya
Macam – macam (mikroskop medan terang, medan gelap, fase kontras, dan
Pendaflour)
Lensa okuler (paling dekat dengan mata)
Lensa objektif (paling dekat dengan spesimen, menghasilkan bayangan maya
yang tampak oleh mata jika diproyeksikan dengan lensa okuler, dan daya pembesaran : 10×, 45×, dan 100×)
2.      Elektron
Tipe (transmisi dan scanning)
Pembesaran total mikroskop = pembesaran objektif × pembesaran okuler
KOMPONEN KIMIA
1.        Organik (dihasilkan makhluk hidup)
Contoh :
Senyawa Bimolekul :
      2. Makromolekul, bentuk :
1.       Protein, sebagai enzim, komponen dan pembentuk membran sel, alat transpor, antibodi, hormon, dan sinyal sel.
2.       Lipid, protein bersama lipid menghasilkan / membentuk dua lapisan fosfolipid (fosfolipid bilayer) yang berperan sebagai penyusun membran sel.
3.       Karbohidrat, sebagai sumber energi bagi sel, komponen pembentuk membran, dan dinding sel.
4.      Asam nukleat, sebagai faktor genetika, koenzim, pembawa energi, dan pengatur biosinesis. (Asam nukleat yang paling umum adalah DNA (Deoxyribonucleid Acid) dan RNA (Ribonucleid Acid).
5.       Mikromolekul : Asam amino, asam lemak, nukleotida, dan glukosa.


2.       Anorganik (Berasal dari alam)


Contoh :
a.       Mineral dan Ion : Mg (Magnesium) merupakan komponen penyusun dinding sel tanaman yang menyebabkan sel menjadi tumbuh.
b.      Air (Sel mengandung 85-95 % air)
-          Pelarut dan media difusi yang paling baik untuk proses metabolisme dalam sel dan jaringan,
-          Menjaga keseimbangan pH cairan sel sehingga reaksi metabolisme yang melibatkan enzim dapat berjalan.
-          Berkapasitas panas tinggi dan mampu menghantar panas dengan baik sehingga sangat tepat untuk digunakan sebagai media penghantar suhu.



STRUKTUR
1.       Sel Prokariotik (tidak mempunyai membran nukleus) :
-          Tidak memiliki membran,
-          inti sel sederhana tanpa selaput inti,
-          kehilangan beberapa macam organel,
-          seluruh proses metabolisme terjadi dalam sitoplasma sel,
-          tidak memiliki sistem endomembran.

Struktur sel :
-          Selubung luar (dinding sel dan membran plasma),
-          sitoplasma (ribosom, tilakoid (sianobakteri)),
-          nukleoid (enzim dan kromosom (DNA)).

Contoh : Bakteri dan ganggang biru
2.       Sel Eukariotik (mempunyai membran nukleus)
-          Mempunyai membran nukleus
-          Pada umumnya berukuran sangat kecil (<1 mm)
Struktur Sel
1.       Protoplas :
Berisi cairan kental (protoplasma), di dalam protoplasma ditemukan beragam organel. Berdasarkan letaknya, protoplasma dibedakan atas :
-          Sitoplasma (di antara nukleus dan membran sel)
-          Nukleoplasma (di dalam nukleus)
2.       Membran Plasma (bagian terluar sel)
Fungsi :
-          Pembatas antara nukleus dengan lingkungan luarnya
-          Mengontrol pertukaran zat antara sitoplasma dengan lingkungannya
-          Sebagai reseptor rangsang
-          Sebagai pelindung
-          Plasmodesma memfasilitasi gerakan berbagai zat penghantaran impuls antarsel
3.       Sitoplasma :
Tersusun atas :
-          Sitosol (air, senyawa organik, dan koloida)
-          Protein
-          Asam amino
-          Vitamin
-          Nukleotida
-          Asam lemak
-          Gula
-          Ion-ion
4.      Organel :
1.       Nukleus : Mengontrol seluruh kegiatan sel dan mengandung informasi genetika berupa DNA.
1.        Membran Nukleus(Karioteka), sebagai pembungkus dan pelindung nukleus
2.       Matriks (Nukleoplasma), mempermudah penyerapan zat warna saat pembelahan sel.
3.       Nukleolus (Anak Inti).
2.       RE (Retikulum Endoplasma) : Menyintesis RNA
Bertindak sebagai saluran – saluran dalam sitoplasma yang berhubungan dengan nukleus.
3.       Ribosom : Tempat menyintesis protein dari asam amino.
4.      Sentriol :
-          Kontrol pergerakan atau tonjolan sel
-          Pembentukan sitoskelet
-          Orientasi pembelahan sel
5.       Kompleks Golgi / Badan Golgi :
-          Mengangkut dan mengubah secara kimia materi – materi yang terdapat di dalamnya.
-          Menghasilkan lender, lilin, getah, dan sekresi yang bersifat lengket.
-          Sekresi protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak serta transpor lemak.
-          Membentuk lisosom dan enzim pencernaan yang belum aktif (zimogen dan  koenzim)
6.      Lisosom : Menguraikan molekul-molekul secara endositosis, eksositosis, autofagi, dan autolisis.
7.       Mitokondria : Tempat berlangsungnya respirasi aerobik.
8.      Vakuola :
-          Membangun turgor sel.
-          Membangun pigmen atosianin.
-          Mengandung enzim hidrolitik yang bertindak sebagai lisosom saat sel masih hidup. 
-          Tempat penimbunan sisa – sisa metabolisme seperti kristal kalsium oksalat, alkaloid, dan tanin.
-          Tempat penyimpanan cadangan makanan bagi sitoplasma, seperti sukrosa dan garam mineral terlarut.
9.      Badan Mikro :
-          Peroksisom, berperan dalam metabolisme lemakmenjadi karbohidrat.
-          Glioksisom, mengubah lemak menjadi gula.
10.   Skeleton (Sitoskeleton) : Pergerakan sel dan transpor zat.
11.    Plastida :
-          Membentuk dan menyimpan amilum (amiloplas), lemak (elaioplas), dan protein (proteoplas) pada leukoplas.
-          Menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia pada kloroplas.
-          Memberika aneka ragam warna nonfotosintesis.

Tabel Perbedaan Organel Sel Hewan Dan Tumbuhan
Organel Sel
Hewan
Tumbuhan
Nukleus

  
Nukleolus

  
Mitokondria

  
Kloroplas
-
  
Ribosom

  
Retikulum endoplasma

  
Badan golgi

 
Lisosom

-
Vakuola pusat
-
  
Sentriol

-



MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN PLASMA
Manfaat transpor zat bagi sel :
1.        Menjaga kestabilan pH.
2.      Menjaga konsentrasi zat dalam sel untuk kegiatan enzim.
3.       Memperoleh pasokan zat makanan, bahan enegi,  dan bahan mentah lainnya.
4.      Membuang sisa metabolisme beracun.
5.      Memasok ion-ion penting untuk kegiatan saraf dan otot
Beberapa sifat permeabilitas membran :
1.        Permeable, dapat ditembus oleh semua jenis zat.
2.       Impermeable, tidak dapat ditembus oleh semua zat.
3.       Permeable diferensial (permeable selektif), hanya dapat ditembus oleh beberapa jenis zat.
4.      Semipermeable, dapat dilewati zat tertentu tetapi tidak dapat dilewati oleh zat yang lain.
Gerakan Pasif  (tidak mengonsumsi energi) :
1.       Difusi : proses perpindahan zat dari larutan berkerapatan tinggi (hipertonis)) ke larutan berkerapatan rendah (hipotonis), sehingga kerapatan kedua larutan tersebut menjadi sama (isotonis). Difusi terfasilitasi ialah proses difusi pada sel yang dibantu oleh substansi pembawa protein (protein pembawa) yang terdapat pada membran plasma.
2.       Osmosis : Difusi air atau zat pelarut dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran semipermeable.
Gerakan Aktif (mengonsumsi energi) :
1.       Transpor Aktif  : suatu mekanisme transpor yang mengonsumsi energi untuk keluar-masuknya ion atau molekul zat melalui membran plasma.
2.       Eksositosis : pengeluaran zat dari dalam dengan menggunakan energi sel melalui membran.
3.       Endositosis : pemasukan zat dari luar ke dalam sel dengan menggunakan energy sel melalui membran.  

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Assalamu'alaikum....
Rajin belajar ya, nak !