SEL
Sel : Unit
terkecil dari makhluk hidup yang dapat melangsungkan seluruh aktifitas hidup.
Sel merupakan
unit :
ü
Fungsional
(memiliki fungsi-fungsi yang berperan penting untuk melakukan berbagai
aktifitas dalam kehidupan
makhluk hidup)
ü
Struktural
(penyusun)
ü
Hereditas
(genetika)
ü
Pertumbuhan
mahkluk hidup
TEORI
o Robert
Hooke (Inggris, 1635-1703)
<orang yang pertama kali memperkenalkan
istilah sel>
Pengamatan : Sayatan tutup botol dari batang
tumbuhan gabus, Quercus suber. Dalam sayatan gabus tersebut terdapat tampak
ruangan atau kamar-kamar kecil yang
dipisahkan oleh dinding tebal menyerupai sarang lebah. Kamar-kamar kecil
tersebut ia beri nama sel.
o Antonie
van Leewenhoek (Belanda, 1632-1723), akhir tahun 1678
Orang yang pertama kali melihat benda hidup
yang sangat kecil di dalam air rendaman jerami.
o Jan Babtiste de Lamarck
(Prancis, 1744-1829), tahun 1809
“Setiap makhluk hidup merupakan kumpulan sel
dan di dalam setiap sel bergerak cairan yang kompleks.”
o Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
Schleiden (ahli anatomi tumbuhan) dan Schwann
(ahli anatomi hewan): “Setiap tubuh tumbuhan dan juga sel tersusun dari sel.”
o Felix Dujardin
(1835)
“Bagian terpenting dari sel hidup adalah
protoplasma.
o Johanes
Purkinje dan Hugo Van Mohl (1840)
<memperkenalkan istilah protoplasma>
o Max Schultze
(1825-1874)
“Protoplasma merupakan struktur dasar makhluk
hidup yang melangsungkan seluruh proses hidup.”
o Rudolf Virchow
(1858)
“Setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omnis cellula e celulla).”
o Robert Brown, R. Strasburger, dan C. Bernard
<berhasil menemukan nukleus>
“Setiap inti sel berasal dari inti sel
sebelumnya yang terbentuk lewat pembelahan.”
PENGAMATAN
Mikroskop :
1.
Cahaya
Macam – macam (mikroskop
medan terang, medan gelap, fase kontras, dan
Pendaflour)
Lensa okuler (paling dekat
dengan mata)
Lensa objektif (paling
dekat dengan spesimen, menghasilkan bayangan maya
yang tampak oleh mata jika
diproyeksikan dengan lensa okuler, dan daya pembesaran : 10×, 45×, dan 100×)
2.
Elektron
Tipe
(transmisi dan scanning)
Pembesaran
total mikroskop = pembesaran objektif × pembesaran okuler
KOMPONEN KIMIA
1.
Organik (dihasilkan makhluk hidup)
Contoh
:
Senyawa Bimolekul :
2. Makromolekul,
bentuk :
1.
Protein, sebagai enzim, komponen dan
pembentuk membran sel, alat transpor, antibodi, hormon, dan sinyal sel.
2.
Lipid, protein bersama lipid menghasilkan /
membentuk dua lapisan fosfolipid (fosfolipid
bilayer) yang berperan sebagai penyusun membran sel.
3.
Karbohidrat, sebagai sumber energi bagi sel,
komponen pembentuk membran, dan dinding sel.
4.
Asam nukleat,
sebagai faktor genetika, koenzim, pembawa energi, dan pengatur biosinesis.
(Asam nukleat yang paling umum adalah DNA (Deoxyribonucleid Acid) dan RNA
(Ribonucleid Acid).
5.
Mikromolekul : Asam amino, asam lemak, nukleotida,
dan glukosa.
2. Anorganik (Berasal dari alam)
Contoh :
a. Mineral
dan Ion : Mg
(Magnesium) merupakan komponen penyusun dinding sel tanaman yang menyebabkan
sel menjadi tumbuh.
b. Air (Sel mengandung 85-95 % air)
-
Pelarut
dan media difusi yang paling baik untuk proses metabolisme dalam sel dan
jaringan,
-
Menjaga
keseimbangan pH cairan sel sehingga reaksi metabolisme yang melibatkan enzim
dapat berjalan.
-
Berkapasitas
panas tinggi dan mampu menghantar panas dengan baik sehingga sangat tepat untuk
digunakan sebagai media penghantar suhu.
STRUKTUR
1.
Sel Prokariotik (tidak mempunyai
membran nukleus) :
-
Tidak
memiliki membran,
-
inti
sel sederhana tanpa selaput inti,
-
kehilangan
beberapa macam organel,
-
seluruh
proses metabolisme terjadi dalam sitoplasma sel,
-
tidak
memiliki sistem endomembran.
Struktur sel :
-
Selubung
luar (dinding sel dan membran plasma),
-
sitoplasma
(ribosom, tilakoid (sianobakteri)),
-
nukleoid
(enzim dan kromosom (DNA)).
Contoh : Bakteri dan ganggang biru
2.
Sel Eukariotik (mempunyai membran
nukleus)
-
Mempunyai
membran nukleus
-
Pada
umumnya berukuran sangat kecil (<1 mm)
Struktur
Sel
1.
Protoplas :
Berisi
cairan kental (protoplasma), di dalam protoplasma ditemukan beragam organel.
Berdasarkan letaknya, protoplasma dibedakan atas :
-
Sitoplasma
(di antara nukleus dan membran sel)
-
Nukleoplasma
(di dalam nukleus)
2.
Membran Plasma (bagian terluar sel)
Fungsi
:
-
Pembatas
antara nukleus dengan lingkungan luarnya
-
Mengontrol
pertukaran zat antara sitoplasma dengan lingkungannya
-
Sebagai
reseptor rangsang
-
Sebagai
pelindung
-
Plasmodesma
memfasilitasi gerakan berbagai zat penghantaran impuls antarsel
3.
Sitoplasma :
Tersusun
atas :
-
Sitosol
(air, senyawa organik, dan koloida)
-
Protein
-
Asam
amino
-
Vitamin
-
Nukleotida
-
Asam
lemak
-
Gula
-
Ion-ion
4. Organel :
1.
Nukleus : Mengontrol seluruh kegiatan sel dan
mengandung informasi genetika berupa DNA.
1.
Membran
Nukleus(Karioteka), sebagai pembungkus dan pelindung nukleus
2. Matriks (Nukleoplasma), mempermudah
penyerapan zat warna saat pembelahan sel.
3. Nukleolus (Anak Inti).
2.
RE (Retikulum Endoplasma) : Menyintesis RNA
Bertindak sebagai saluran
– saluran dalam sitoplasma yang berhubungan dengan nukleus.
3.
Ribosom : Tempat menyintesis protein dari
asam amino.
4.
Sentriol :
-
Kontrol
pergerakan atau tonjolan sel
-
Pembentukan
sitoskelet
-
Orientasi
pembelahan sel
5.
Kompleks Golgi / Badan Golgi :
-
Mengangkut
dan mengubah secara kimia materi – materi yang terdapat di dalamnya.
-
Menghasilkan
lender, lilin, getah, dan sekresi yang bersifat lengket.
-
Sekresi
protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak serta transpor lemak.
-
Membentuk
lisosom dan enzim pencernaan yang belum aktif (zimogen dan koenzim)
6.
Lisosom : Menguraikan molekul-molekul secara
endositosis, eksositosis, autofagi, dan autolisis.
7.
Mitokondria : Tempat berlangsungnya respirasi
aerobik.
8.
Vakuola :
-
Membangun
turgor sel.
-
Membangun
pigmen atosianin.
-
Mengandung
enzim hidrolitik yang bertindak sebagai lisosom saat sel masih hidup.
-
Tempat
penimbunan sisa – sisa metabolisme seperti kristal kalsium oksalat, alkaloid,
dan tanin.
-
Tempat
penyimpanan cadangan makanan bagi sitoplasma, seperti sukrosa dan garam mineral
terlarut.
9.
Badan Mikro :
-
Peroksisom,
berperan dalam metabolisme lemakmenjadi karbohidrat.
-
Glioksisom,
mengubah lemak menjadi gula.
10.
Skeleton (Sitoskeleton) : Pergerakan sel dan
transpor zat.
11.
Plastida :
-
Membentuk
dan menyimpan amilum (amiloplas), lemak (elaioplas), dan protein (proteoplas)
pada leukoplas.
-
Menyerap
energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia pada kloroplas.
-
Memberika
aneka ragam warna nonfotosintesis.
Tabel
Perbedaan Organel Sel Hewan Dan Tumbuhan
Organel Sel
|
Hewan
|
Tumbuhan
|
Nukleus
|
||
Nukleolus
|
||
Mitokondria
|
||
Kloroplas
|
- | |
Ribosom
|
||
Retikulum
endoplasma
|
||
Badan
golgi
|
||
Lisosom
|
-
|
|
Vakuola
pusat
|
- | |
Sentriol
|
-
|
MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN PLASMA
Manfaat transpor zat bagi sel :
1.
Menjaga
kestabilan pH.
2.
Menjaga
konsentrasi zat dalam sel untuk kegiatan enzim.
3.
Memperoleh
pasokan zat makanan, bahan enegi, dan
bahan mentah lainnya.
4.
Membuang
sisa metabolisme beracun.
5.
Memasok
ion-ion penting untuk kegiatan saraf dan otot
Beberapa
sifat permeabilitas membran :
1.
Permeable,
dapat ditembus oleh semua jenis zat.
2. Impermeable, tidak dapat ditembus oleh
semua zat.
3. Permeable diferensial (permeable
selektif), hanya dapat ditembus oleh beberapa jenis zat.
4. Semipermeable, dapat dilewati zat
tertentu tetapi tidak dapat dilewati oleh zat yang lain.
Gerakan
Pasif (tidak mengonsumsi energi) :
1.
Difusi : proses perpindahan zat dari larutan
berkerapatan tinggi (hipertonis)) ke larutan berkerapatan rendah (hipotonis),
sehingga kerapatan kedua larutan tersebut menjadi sama (isotonis). Difusi
terfasilitasi ialah proses difusi pada sel yang dibantu oleh substansi pembawa
protein (protein pembawa) yang terdapat pada membran plasma.
2.
Osmosis : Difusi air atau zat pelarut dari
larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran semipermeable.
Gerakan
Aktif (mengonsumsi energi) :
1.
Transpor Aktif : suatu
mekanisme transpor yang mengonsumsi energi untuk keluar-masuknya ion atau
molekul zat melalui membran plasma.
2. Eksositosis
: pengeluaran zat
dari dalam dengan menggunakan energi sel melalui membran.
3.
Endositosis : pemasukan zat dari luar ke dalam sel
dengan menggunakan energy sel melalui membran.
1 komentar:
Assalamu'alaikum....
Rajin belajar ya, nak !
Posting Komentar