Analisis Sastra
Unsur-Unsur Karya
Sastra (Novel Indonesia) :
1. Intrinsik : Unsur yang membangun karya sastra dari dalam.
1. Tema
:
Ide pokok / inti yang mendasari
cerita.
2. Tokoh
:
Pelaku / orang yang berperan
dalam
cerita.
Penokohan :
Watak / karakter tokoh.
3. Latar / setting :
Tempat, waktu, dan suasana
terjadinya
cerita.
4. Alur / plot : Jalinan
peristiwa yang saling
terhubung
/ perjalanan cerita
dari awal hingga akhir.
5. Sudut
pandang / point of view :
Posisi pengarang dalam
membawakan
cerita.
6. Amanat/ tendens :
Pesan / ajaran moral yang
disampaikan
pengarang kepada
pembacanya lewat cerita
tersebut.
7. Gaya bahasa :
Gaya pengarang dalam
menggunakan
bahasa dalam
cerita.
Catatan
1.
Tema
-
Tema dapat dijadikan judul,
karena tema
merupakan pokok pikiran / inti yang mendasari cerita. Hanya dengan memahami
tema maka kita akan dapat mengetahui isi cerita secara keseluruhan yang hendak disampaikan
pengarang kepada pembacanya. Dengan memahami tema maka kita akan dengan mudah
menentukan judul.
Contoh :
Tema : “Kasih
Sayang Orang tua terhadap anaknya”
Judul : “Ibu”, “Kasih Sayang”, “Anakku”, “Kasih
Sayang Ayah”, dll.
-
Judul tidak dapat dijadikan tema,
karena judul
tidak dapat menggambarkan isi cerita secara keseluruhan yang hendak disampaikan
pengarang kepada pembacanya (judul=kepala cerita).
Contoh :
Judul : “Uang Ayah
Tema
: (Kita tidak bisa mengetahui isi cerita hanya dengan membaca judulnya saja.
Jika kita hanya memahami judulnya saja, mungkin kita dapat menggambarkan
(berimajinasi) isi dari sebuah cerita (tema). Namun, jika judul yang kita baca
dan pahami itu adalah karya sastra orang lain, belum tentu kita tahu apa
sebenarnya isi cerita yang hendak disampaikan pengarang (tema) tersebut.
2.
Tokoh
Tokoh
dalam karya sastra (novel) terbagi menjadi tiga, yaitu :
-
Protagonis : Tokoh utama
-
Antagonis : Tokoh yang kontra terhadap tokoh utama
-
Tritagonis : Tokoh penengah
Penokohan
Cara mengetahui karakter tokoh :
-
Analitik
: Watak / karakter tokoh
disampaikan langsung oleh pengarang.
-
Dramatik :
Penggambaran watak / karakter tokoh melalui
dialog antartokoh dalam cerita (tidak disampaikan langsung oleh pengarang).
3.
Latar/Setting
1.
Waktu,
contoh : Di pagi hari, jam 2 siang, tahun ini, dll.
2. Tempat, contoh : Di tepi sungai, di
rumah, di lapangan, dll.
3. Suasana, contoh : Mencekam, hening,
suNYI genting, dll.
4.
Alur / Plot
Jenis-jenis
alur dalam cerita terbagi menjadi tiga, yaitu :
1. Maju : Jalan cerita yang mengisahkan peristiwa dari
masa
sekarang ke masa depan.
2. Mundur
(flashback) : Jalan cerita
yang mengisahkan peristiwa
dari masa sekarang ke masa lalu.
3. Campuran (maju-mundur)
: Jalan cerita yang mengisahkan
peristiwa dari masa sekarang ke masa lalu,
kemudian
kembali ke masa sekarang dan masa depan atau
sebaliknya.
Tahap-Tahap Alur :
1. Perkenalan
2. Konflik
3. Komplikasi
4. Klimaks
5. Antiklimaks
6. Penyelesaian
5. Sudut
Pandang / Point of View
Sudut Pandang Orang Pertama
-
Aku : sebagai pelaku utama (pengarang sendiri yang
diceritakan dan menjadi fokus cerita).
-
Kau, kamu :
sebagai pelaku sampingan (pengarang
sebagai pengamat namun berada dalam cerita).
Sudut
Pandang Orang Ketiga
(Dia, ia, nama tokoh)
-
Terarah
: Perhatian pengarang terpusat pada satu tokoh.
-
Serba
Tahu : Pengarang memberi tahu atau
melaporkan semua sifat, ciri, dan tindak-tunduk pelaku.
6.
Amanat / Tendens
7. Gaya Bahasa
Macam-macam
majas :
1. Litotes
2. Hiperbola
3. Metafora
4. Personifikasi
5. Ironi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar