Kamis, 03 Januari 2013

Belajar



Analisis Sastra 

Unsur-Unsur Karya Sastra (Novel Indonesia) :
1.       Intrinsik : Unsur yang membangun karya sastra dari dalam.

1.       Tema                                            : Ide pokok / inti yang mendasari 
                                                        cerita.
2.      Tokoh                                           : Pelaku / orang yang berperan
                                                        dalam cerita.
Penokohan                                 : Watak / karakter tokoh.
3.      Latar / setting                             : Tempat, waktu, dan suasana
                                                         terjadinya cerita.
4.      Alur / plot                                    : Jalinan peristiwa yang saling
                                                        terhubung / perjalanan cerita
                                                       dari awal hingga akhir.
5.      Sudut pandang / point of view : Posisi pengarang dalam
                                                        membawakan cerita.
6.     Amanat/  tendens                      : Pesan / ajaran moral yang
                                                        disampaikan pengarang kepada
                                                        pembacanya lewat cerita
                                                        tersebut.
7.      Gaya bahasa                                : Gaya pengarang dalam
                                                        menggunakan bahasa dalam
                                                        cerita.

Catatan
1.       Tema

-         Tema dapat dijadikan judul,
karena tema merupakan pokok pikiran / inti yang mendasari cerita. Hanya dengan memahami tema maka kita akan dapat mengetahui isi cerita secara keseluruhan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembacanya. Dengan memahami tema maka kita akan dengan mudah menentukan judul.
Contoh :
Tema : “Kasih Sayang Orang tua terhadap anaknya”
Judul :  “Ibu”, “Kasih Sayang”, “Anakku”, “Kasih Sayang Ayah”, dll.

-         Judul tidak dapat dijadikan tema,
karena judul tidak dapat menggambarkan isi cerita secara keseluruhan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembacanya (judul=kepala cerita).
Contoh :
Judul : “Uang Ayah
Tema : (Kita tidak bisa mengetahui isi cerita hanya dengan membaca judulnya saja. Jika kita hanya memahami judulnya saja, mungkin kita dapat menggambarkan (berimajinasi) isi dari sebuah cerita (tema). Namun, jika judul yang kita baca dan pahami itu adalah karya sastra orang lain, belum tentu kita tahu apa sebenarnya isi cerita yang hendak disampaikan pengarang (tema) tersebut.

2.      Tokoh

Tokoh dalam karya sastra (novel) terbagi menjadi tiga, yaitu :
-         Protagonis         : Tokoh utama
-         Antagonis  : Tokoh yang kontra terhadap tokoh utama
-         Tritagonis  : Tokoh penengah

Penokohan
Cara mengetahui karakter tokoh :
-         Analitik     : Watak / karakter tokoh disampaikan langsung oleh pengarang.
-         Dramatik  : Penggambaran watak / karakter tokoh melalui dialog antartokoh dalam cerita (tidak disampaikan langsung oleh pengarang).

3.      Latar/Setting

1.             Waktu, contoh : Di pagi hari, jam 2 siang, tahun ini, dll.
2.      Tempat, contoh : Di tepi sungai, di rumah, di lapangan, dll.
3.      Suasana, contoh : Mencekam, hening, suNYI genting, dll.

4.      Alur / Plot

Jenis-jenis alur dalam cerita terbagi menjadi tiga, yaitu :
1.       Maju : Jalan cerita yang mengisahkan peristiwa dari masa
             sekarang ke masa depan.
2.      Mundur (flashback) : Jalan cerita yang mengisahkan peristiwa
            dari masa sekarang ke masa lalu.
3.      Campuran (maju-mundur) : Jalan cerita yang mengisahkan
            peristiwa dari masa sekarang ke masa lalu, kemudian
            kembali ke masa sekarang dan masa depan atau
            sebaliknya.
            Tahap-Tahap Alur :
1.       Perkenalan 
2.      Konflik
3.      Komplikasi
4.      Klimaks
5.      Antiklimaks
6.     Penyelesaian

5.      Sudut Pandang / Point of View

            Sudut Pandang Orang Pertama
-         Aku : sebagai pelaku utama (pengarang sendiri yang diceritakan dan menjadi fokus cerita).
-         Kau, kamu : sebagai pelaku sampingan (pengarang sebagai pengamat namun berada dalam cerita).
          
           Sudut Pandang Orang Ketiga
(Dia, ia, nama tokoh)
-         Terarah : Perhatian pengarang terpusat pada satu tokoh.
-         Serba Tahu : Pengarang memberi tahu atau melaporkan semua sifat, ciri, dan tindak-tunduk pelaku.

6.       Amanat / Tendens

7.       Gaya Bahasa
Macam-macam majas :
1.       Litotes
2.      Hiperbola
3.      Metafora
4.      Personifikasi
5.      Ironi 

Tidak ada komentar: