Selasa, 24 September 2013

Cerita Cinta

Cerita Cinta
(Punya Sri Sunarti)

Di kala ku gelisah
Gundah gulana menyapa
Terasa kematian menjadi permintaan istimewa
Hidup tiada warna
Kau hadir mengisi celah berjiwa

Kau buatku tersenyum lama
Kau kobarkan semangatku yang telah lama minggat entah ke mana
Terasa kematian tak lagi menyapa
Mautku sirna

Tanpa kusadari dan tanpa kau ketahui
Hadirmu berikan beragam warna dalam hidupku
Kucerna kau sebagai seorang pendekar tangguh ibu bapa
Kupahami kau sebagai seorang kesatria bersaudara

Walau,
Kuperhatikan Islam mu tak kau ikat kuat dalam jiwamu
Kuperhatikan kau menelantarkan pedoman
Kuperhatikan kau mudah merubah ideologi
Kuperhatikan kau baik namun jauh dari kategori insan saleh
Namun,
Kuperhatikan kau mudah memaafkan
Kuperhatikan kau asyik bagi lingkungan bernyawa
Kulihat kau memang berbeda

Sejak kubaca cerita hidupmu
Tanpa terasa kau mulai menemani kesunyianku
Entah kapan? Sudah lama!
Kau selalu ada dalam pikiranku

Waktu terus tergerus fenomena
Kau tak sadar jika hadirmu telah membangunkan aku dari dilema lalim dunia
Kau motivasi aku walau tak secara langsung
Kau semangati aku dari balik tawa manjamu yang jauh di mata

Masa terus berganti
Tetapi kau belum jua pergi
Telah lelah hati ini menanti
Menanti kepergianmu

Metode bervariasi telah ku kerahkan untuk mengusirmu
Tapi kau terlalu kuat
Kau masih bertahan dalam alam pikirku

Kutanyakan pada tinta merah dan eksemplar suci
Mengapa jantungku berdebar setiap melihat wajamu keruh?
Mengapa batin terasa bergoncang dahsyat jika ocehanmu tak lagi terdengar oleh rumah siputku?
Mengapa rasa bersalahku memuncak jika wajahmu masam?

Ada apa denganku?
Sulit ku mengerti
Apakah aku sakit?
Entahlah …

Mengapa kau selalu terpikirkan olehku?
Aku bukanlah peramal!

Detik bukan lagi menit
Menit bukan lagi jam
Jam bukan lagi seminggu
Dan seminggu bukan lagi sebulan
Kau selalu muncul dalam pikiranku
Tanpa kutahu apa sebabnya

Saat kau memintaku untuk memperhatikanmu lewat bisikan kalbu
Kurasakan kau telah membuatku kecewa
Entah mengapa? Aku pun tak tahu!

Hati ini semakin tak menentu
Terasa ku tak pantas untukmu
Terasa ku bagaikan insan tak berharga di hatimu
Terasa ku bagaikan insan murahan dalam ideologimu

Kutahu aku bukanlah tipikal pemikat hatimu
Dan kau pun bukanlah tipikal cintaku
Tapi kenyataan sungguh memilukan
Aku lelah menanti
Menanti sosokmu lenyap dari pikiranku

Kutanyakan lagi pada tinta merah dan eksemplar suci
Mengapa aku galau jika melihat harimu senyap?
Mengapa aku begitu mengkhawatirkanmu?
Padahal kau bukan siapa-siapa

Jika kumerasa waktumu terganggu oleh problematika
Ingin rasanya aku menghampirimu
Menghapus air mata batinmu
Tapi aku bukan siapa-siapa untukmu

Andai kupaksakan diriku tuk hampirimu
Terasa diriku tak memiliki harga diri di mata hatimu

Bukan maksudku mencari perhatianmu
Karena bagiku itu tak perlu
Tak berguna dalam hidupku
Tapi, aku hanya mengkhawatirkanmu
Khawatir akan terjadi sesuatu padamu
Sesuatu yang menghidrolisis senyum mu

Maafkan aku tak bisa menghapus air matamu
Jika kuhapus air mata yang mengalir deras di pipimu
Allah pasti akan kecewa padaku
Neraka pun akan merindukanku
Maafkan aku hanya bisa menghapus air matamu lewat doa

Kau benar-benar ujian terberat dalam hidupku
Hadirmu telah menambah dosaku
Kini, harapanku untukmu hanyalah waktu
Waktu yang dapat memisahkan kita
Supaya bayangmu tak lagi mengusik pikiranku

Jika kita memang bukan pasangan yang direstui Ilahi
Jika kita memang tak berjodoh
Kudoakan hidupmu bahagia dunia akhirat
Terima kasih pernah mewarnai lukisan sejarah hidupku

Kini, kukembali pada Ilahi
Mencari perhatianNya
Karena itulah yang sangat berarti
Kini, kukembali padaNya
Agar Dia mengakuiku sebagai kekasihNya

Kumencoba
Terus mencoba sampai titik darah penghabisan
MerayuNya agar memaafkan segala khilaf dan salahku karena telah memikirkan seseorang yang tak pantas untuk aku pikirkan

Tidak!
Aku tidak memikirkannya!
Tapi dia sendiri yang selalu muncul dalam pikiranku

Insan itu telah menjauhkanku dari Sang Maharaja
Maafkan aku Yaa Ilahi Rabbi
Maafkan aku tak mampu menahan hawa nafsu
Insan itu selalu muncul dalam pikiranku tanpa sebab

Mungkinkah aku telah jatuh cinta?
Jatuh cinta padamu?
Tak mungkin! Aku takkan percaya!
Kamu bukan tipeku secara dienul Islam
Tak mungkin aku mencintai manusia sepertimu
Manusia yang kurang bersahabat dengan pedoman

Jika kenyataan memang bersifat aksioma
Jika fakta memang menyatakan bahwa kumencintaimu
Maafkan aku Yaa Allahu Rabbi
telah jatuh cinta padanya tanpa izin dariMu

Waktu terus bergulir
Doa cinta sejatiku dikabulkan
Aku sadar, cintaku padamu hanyalah cinta palsu
Cinta semu, cinta yang keliru, cinta yang berlandaskan hawa nafsu

Maafkan aku Yaa Ilahi Rabbii
Telah jatuh cinta pada insan yang salah

Karena Kau takdirkan aku normal
Kau beri aku rasa cinta terhadap lawan jenisku
Terlebih aku adalah jiwa muda
Mudah tergoda
Mudah terbuai asmara buta

Aku terus berusaha mengalahkan hawa nafsu sesat
Kuluncurkan roket penghancur cinta buta
Kuaktifkan seluruh kekuatan untuk mengusirmu dari pikiranku
Otakku bekerja keras demi melenyapkanmu
Searching ! Browsing !
Terus bekerja giat!
Mencari formula efektif baru tuk hancurkan bayangmu

Terus mencari mencari dan mencari
Mencari cara melupakanmu
Agar Sang Maha Raja kembali tersenyum manis padaku
Dan mengakuiku sebagai kekasihNya

Kamu bukanlah cinta sejatiku
Kamu memang selalu terpikirkan olehku
Tapi alibimu lemah

Kalah tetaplah kalah
Kamu tetap kalah!
Kamu takkan mampu merebut hatiku dari cinta sejatiku
Karena cinta sejatiku selalu ada dalam doa
Dia selalu mendoakanku agar aku selalu dalam naungan Ilahi
Dan aku pun selalu berdoa agar dia selalu dalam rangkulan erat Ilahi

Aku selalu menuliskan surat untuk dia
Surat yang senantiasa kukirimkan lewat doa

Pesan cinta…

Cinta sejatiku, jangan khawatirkan aku
Aku akan selalu menjaga perasaanmu karena kamu jua senantiasa menjaga perasaanku

Cinta sejatiku…
Siapa pun kamu, di mana pun kamu berada, kamu tetaplah cinta sejatiku. Bukan dia!

Cinta sejatiku…
Siapa kamu? Di mana? Sedang apa? Kapan kita bertemu?
Siapa namamu?

Cinta sejatiku…..
Doakan aku selalu, ya!
Agar aku tetap suci

Cinta sejatiku…
Kamulah kekasih Ilahi!
Kamulah pacarku!
Kamulah yang kelak membantuku tuk yakinkan Allah
bahwa aku sungguh mencintaiNya
Dan Dia pun mengakuiku sebagai kekasihNya yang sangat Dia sayangi

Cinta sejatiku….
Kamulah pacarku…
Kamulah suamiku…….




















Tidak ada komentar: