Cerita Cinta
(Punya Sri
Sunarti)
Di kala ku gelisah
Gundah gulana menyapa
Terasa kematian menjadi permintaan
istimewa
Hidup tiada warna
Kau hadir mengisi celah berjiwa
Kau buatku tersenyum lama
Kau kobarkan semangatku yang telah
lama minggat entah ke mana
Terasa kematian tak lagi menyapa
Mautku sirna
Tanpa kusadari dan tanpa kau ketahui
Hadirmu berikan beragam warna dalam
hidupku
Kucerna kau sebagai seorang pendekar
tangguh ibu bapa
Kupahami kau sebagai seorang
kesatria bersaudara
Walau,
Kuperhatikan Islam mu tak kau ikat
kuat dalam jiwamu
Kuperhatikan kau menelantarkan
pedoman
Kuperhatikan kau mudah merubah
ideologi
Kuperhatikan kau baik namun jauh
dari kategori insan saleh
Namun,
Kuperhatikan kau mudah memaafkan
Kuperhatikan kau asyik bagi
lingkungan bernyawa
Kulihat kau memang berbeda
Sejak kubaca cerita hidupmu
Tanpa terasa kau mulai menemani
kesunyianku
Entah kapan? Sudah lama!
Kau selalu ada dalam pikiranku
Waktu terus tergerus fenomena
Kau tak sadar jika hadirmu telah
membangunkan aku dari dilema lalim dunia
Kau motivasi aku walau tak secara
langsung
Kau semangati aku dari balik tawa
manjamu yang jauh di mata
Masa terus berganti
Tetapi kau belum jua pergi
Telah lelah hati ini menanti
Menanti kepergianmu
Metode bervariasi telah ku kerahkan
untuk mengusirmu
Tapi kau terlalu kuat
Kau masih bertahan dalam alam
pikirku
Kutanyakan pada tinta merah dan
eksemplar suci
Mengapa jantungku berdebar setiap melihat
wajamu keruh?
Mengapa batin terasa bergoncang
dahsyat jika ocehanmu tak lagi terdengar oleh rumah siputku?
Mengapa rasa bersalahku memuncak
jika wajahmu masam?
Ada apa denganku?
Sulit ku mengerti
Apakah aku sakit?
Entahlah …
Mengapa kau selalu terpikirkan olehku?
Aku bukanlah peramal!
Detik bukan lagi menit
Menit bukan lagi jam
Jam bukan lagi seminggu
Dan seminggu bukan lagi sebulan
Kau selalu muncul dalam pikiranku
Tanpa kutahu apa sebabnya
Saat kau memintaku untuk
memperhatikanmu lewat bisikan kalbu
Kurasakan kau telah membuatku kecewa
Entah mengapa? Aku pun tak tahu!
Hati ini semakin tak menentu
Terasa ku tak pantas untukmu
Terasa ku bagaikan insan tak
berharga di hatimu
Terasa ku bagaikan insan murahan
dalam ideologimu
Kutahu aku bukanlah tipikal pemikat
hatimu
Dan kau pun bukanlah tipikal cintaku
Tapi kenyataan sungguh memilukan
Aku lelah menanti
Menanti sosokmu lenyap dari
pikiranku
Kutanyakan lagi pada tinta merah dan
eksemplar suci
Mengapa aku galau jika melihat
harimu senyap?
Mengapa aku begitu
mengkhawatirkanmu?
Padahal kau bukan siapa-siapa
Jika kumerasa waktumu terganggu oleh
problematika
Ingin rasanya aku menghampirimu
Menghapus air mata batinmu
Tapi aku bukan siapa-siapa untukmu
Andai kupaksakan diriku tuk
hampirimu
Terasa diriku tak memiliki harga
diri di mata hatimu
Bukan maksudku mencari perhatianmu
Karena bagiku itu tak perlu
Tak berguna dalam hidupku
Tapi, aku hanya mengkhawatirkanmu
Khawatir akan terjadi sesuatu padamu
Sesuatu yang menghidrolisis senyum
mu
Maafkan aku tak bisa menghapus air
matamu
Jika kuhapus air mata yang mengalir
deras di pipimu
Allah pasti akan kecewa padaku
Neraka pun akan merindukanku
Maafkan aku hanya bisa menghapus air
matamu lewat doa
Kau benar-benar ujian terberat dalam
hidupku
Hadirmu telah menambah dosaku
Kini, harapanku untukmu hanyalah
waktu
Waktu yang dapat memisahkan kita
Supaya bayangmu tak lagi mengusik
pikiranku
Jika kita memang bukan pasangan yang
direstui Ilahi
Jika kita memang tak berjodoh
Kudoakan hidupmu bahagia dunia
akhirat
Terima kasih pernah mewarnai lukisan
sejarah hidupku
Kini, kukembali pada Ilahi
Mencari perhatianNya
Karena itulah yang sangat berarti
Kini, kukembali padaNya
Agar Dia mengakuiku sebagai
kekasihNya
Kumencoba
Terus mencoba sampai titik darah
penghabisan
MerayuNya agar memaafkan segala
khilaf dan salahku karena telah memikirkan seseorang yang tak pantas untuk aku
pikirkan
Tidak!
Aku tidak memikirkannya!
Tapi dia sendiri yang selalu muncul
dalam pikiranku
Insan itu telah menjauhkanku dari
Sang Maharaja
Maafkan aku Yaa Ilahi Rabbi
Maafkan aku tak mampu menahan hawa
nafsu
Insan itu selalu muncul dalam
pikiranku tanpa sebab
Mungkinkah aku telah jatuh cinta?
Jatuh cinta padamu?
Tak mungkin! Aku takkan percaya!
Kamu bukan tipeku secara dienul
Islam
Tak mungkin aku mencintai manusia
sepertimu
Manusia yang kurang bersahabat
dengan pedoman
Jika kenyataan memang bersifat
aksioma
Jika fakta memang menyatakan bahwa
kumencintaimu
Maafkan aku Yaa Allahu Rabbi
telah jatuh cinta padanya tanpa izin
dariMu
Waktu terus bergulir
Doa cinta sejatiku dikabulkan
Aku sadar, cintaku padamu hanyalah
cinta palsu
Cinta semu, cinta yang keliru, cinta
yang berlandaskan hawa nafsu
Maafkan aku Yaa Ilahi Rabbii
Telah jatuh cinta pada insan yang
salah
Karena Kau takdirkan aku normal
Kau beri aku rasa cinta terhadap
lawan jenisku
Terlebih aku adalah jiwa muda
Mudah tergoda
Mudah terbuai asmara buta
Aku terus berusaha mengalahkan hawa
nafsu sesat
Kuluncurkan roket penghancur cinta
buta
Kuaktifkan seluruh kekuatan untuk
mengusirmu dari pikiranku
Otakku bekerja keras demi
melenyapkanmu
Searching ! Browsing !
Terus bekerja giat!
Mencari formula efektif baru tuk
hancurkan bayangmu
Terus mencari mencari dan mencari
Mencari cara melupakanmu
Agar Sang Maha Raja kembali
tersenyum manis padaku
Dan mengakuiku sebagai kekasihNya
Kamu bukanlah cinta sejatiku
Kamu memang selalu terpikirkan
olehku
Tapi alibimu lemah
Kalah tetaplah kalah
Kamu tetap kalah!
Kamu takkan mampu merebut hatiku
dari cinta sejatiku
Karena cinta sejatiku selalu ada
dalam doa
Dia selalu mendoakanku agar aku
selalu dalam naungan Ilahi
Dan aku pun selalu berdoa agar dia
selalu dalam rangkulan erat Ilahi
Aku selalu menuliskan surat untuk
dia
Surat yang senantiasa kukirimkan
lewat doa
Pesan cinta…
Cinta sejatiku, jangan khawatirkan
aku
Aku akan selalu menjaga perasaanmu
karena kamu jua senantiasa menjaga perasaanku
Cinta sejatiku…
Siapa pun kamu, di mana pun kamu
berada, kamu tetaplah cinta sejatiku. Bukan dia!
Cinta sejatiku…
Siapa kamu? Di mana? Sedang apa?
Kapan kita bertemu?
Siapa namamu?
Cinta sejatiku…..
Doakan aku selalu, ya!
Agar aku tetap suci
Cinta sejatiku…
Kamulah kekasih Ilahi!
Kamulah pacarku!
Kamulah yang kelak membantuku tuk
yakinkan Allah
bahwa aku sungguh mencintaiNya
Dan Dia pun mengakuiku sebagai
kekasihNya yang sangat Dia sayangi
Cinta sejatiku….
Kamulah pacarku…
Kamulah suamiku…….